Tuesday, 14 March 2017

Saat Menunda Menjadi Kebiasaan, apa Solusinya? yuk read!!!

Menunda mungkin memang bukan sebuah dosa atau sesuatu yang sangat memalukan dan membuat hidup kita tercela di mata orang lain. Namun, jika kita selalu melakukannya dan mengulanginya kembali dengan baik, maka ini bisa menjadi sebuah kebiasaan buruk yang akan sangat sulit untuk dihilangkan dari dalam diri kita, meskipun kita sangat berharap untuk bisa mengubahnya.
Menunda pekerjaan serta berbagai hal lainnya di dalam kehidupan kita adalah sebuah hal yang sangat sering kita lakukan, bahkan meski itu seringkali menimbulkan berbagai masalah bagi diri kita sendiri. Kita begitu senang melakukan hal ini, mengulangnya lagi, dan melakukannya kembali, sehingga kebiasaan ini bisa saja menjadi bagian dari diri kita dan bahkan menjadi karakter yang melekat sedemikian rupa. Ini bukanlah sebuah kebiasaan yang baik, bahkan meski hanya terjadi sesekali saja, kebiasaan ini akan sangat merugikan diri kita sendiri.
Menundah Sebagai Hambatan bagi masa depan
Kebiasaan menunda – nunda pekerjaan tentu menjadi hal yang cukup merepotkan, terutama jika ternyata kita memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan segala sesuatunya di saat-saat terakhir. Bayangkan, bagaimana sebuah pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu yang mendesak dan terburu-buru, sudah tentu hasilnya tidak akan sempurna dan mungkin saja memiliki banyak kekurangan. Ini tentu sangat merugikan, bukan?
Jika kita membiarkan kebiasaan ini selalu terjadi di dalam kehidupan kita, maka akan ada banyak sekali kesempatan baik yang terbuang dengan percuma. Bila menjadi seorang pebisnis yang suka menunda – nunda pekerjaan, maka bisa dipastikan sejumlah peluang bisnis akan terlewatkan dengan sia-sia akibat kebiasaan menunda – nunda. Di saat orang lain telah selesai mempresentasikan bisnisnya, kita baru saja akan menyusun bahan untuk kegiatan tersebut di dalam bisnis kita. Sudah bisa dipastikan, kita akan terpuruk dan tertinggal jauh di belakang pesaing-pesaing lainnya.
Bahkan meski hanya menjadi seorang pekerja kantoran sekalipun, kebiasaan menunda ini akan menjadi sebuah hambatan besar di dalam karir kita. Perusahaan akan selalu melihat ketangkasan dan juga kecerdasan seseorang yang akan mereka promosikan, bukan seseorang yang selalu keteteran dengan sejumlah jadwal dan juga pekerjaan yang tertunda. Kesempatan untuk memiliki karir yang cemerlang, akan menjadi sebuah hal yang “mustahil” jika kita memiliki kebiasaan menunda – nunda pekerjaan.
Berubah untuk masa depan yang lebih cerah
Meninggalkan sebuah kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilakukan, tentu bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan niat dan juga kerja keras untuk bisa mengubah kebiasaan menunda – nunda yang kita miliki. Mulailah menghargai setiap waktu yang kita miliki, sehingga kita bisa menggunakannya untuk berbagai hal yang berguna di dalam kehidupan kita. Miliki motivasi yang kuat untuk berubah, sebab jika tidak sekarang, kapan lagi kita akan melakukannya?
Jangan malas untuk mendisiplinkan diri, meskipun ini akan terasa sangat sulit untuk dilakukan. Dengan disiplin yang tinggi di dalam diri kita sendiri, maka kebiasaan menunda – nunda yang kita lakukan selama ini perlahan akan hilang dan tergantikan dengan kebiasaan disiplin dan tepat waktu. Kita akan terbiasa dengan kehidupan yang lebih teratur dan terjadwal, sehingga berbagai urusan dan pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Cintai pekerjaan yang kita miliki saat ini, sehingga kita akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar serta keinginan untuk berhasil di bidang tersebut. Jika kita memiliki keinginan untuk maju dan berhasil di masa depan, maka lakukan hal tersebut dari sekarang, berhentilah menunda – nunda pekerjaan dan juga kesuksesan.


Friday, 20 January 2017

Cerita Insfiratif Semua Tentang Harapan

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!


Makna yang terkadung pada Bunga Mawar

Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Tuhan yang menitipkannya kepada kita untuk dirawat. Tuhan lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.
Namun sayang, banyak dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Banyak dari kita yang hanya melihat sisi buruk dari kita yang akan berkembang. Kita sering menolak keberadaan kita sendiri. Kita kerap kecewa dengan diri kita dan tak mau menerimanya. Kita berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari kita. Kita menolak untuk menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang kita miliki.
Banyak orang yang tak menyangka, mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu. Kita, kerap disibukkan dengan duri-duri kelemahan diri dan onak-onak kepesimisan dalam hati ini. Orang lain lah yang kadang harus menunjukannya.
Jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk membuatnya akan
merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan diri kita tentang mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.
Semerbak harumnya akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa.
Biarkan mawar-mawar indah itu merekah dalam hatimu. Biarkan kelopaknya memancarkan cahaya kemuliaan-Nya. Biarkan tangkai-tangkainya memegang teguh harapan dan impianmu. Biarkan putik-putik yang dikandungnya menjadi bibit dan benih kebahagiaan baru bagimu. Sebarkan tunas-tunas itu kepada setiap orang yang kita temui, dan biarkan mereka juga menemukan keindahan mawar-mawar lain dalam jiwa mereka. Sampaikan salam-salam itu, agar kita dapat menuai bibit-bibit mawar cinta itu kepada setiap orang, dan menumbuh-kembangkannya di dalam taman-taman hati kita.

Wednesday, 28 September 2016

Pembelajaran Berharga

Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 5 tahun, “Kalau mama dan kamu sedang pergi bermain bersama, lalu kita kehausan tapi tidak ada air, dan kebetulan di dalam tas kecil kamu ada 2 buah apel, apa yang kamu akan lakukan?”Si anak berpikir sejenak, lalu menjawab mantap, “Saya akan menggigit kedua apel tersebut.”Mendengar jawaban si anak, ibunya pun kecewa. Awalnya ia berpikir untuk segera mengajarkan anaknya mengenai apa yang seharusnya dilakukan, namun sang ibu terdiam dan mencoba bersabar.Kemudian sang ibu berkata lembut sambil membelai sayang kepala anaknya, “Bisakah kamu beritahu mama alasan, kenapa kamu melakukan itu?”Si anak pun menjawab dengan lugu, sambil matanya berbinar cerah. “Karena…. karena saya mau memberikan apel yang lebih manis kepada mama.”🙂Begitu mendengarnya, hati sang ibu pun tersentuh. Tanpa terasa, air mata haru pun jatuh membasahi pipinya.

Terkadang, dalam keluarga dekat/harmonis pun, bisa muncul kesalahpahaman. Untuk itu, yang kita perlukan adalah kesabaran dan kemauan untuk mendengar secara tuntas penjelasan dari orang-orang yang kita kasihi.

~aw~

Tuesday, 2 February 2016

kisah inspiratif Sesuatu Yang Berharga


Sesuatu Yang Berharga
Seorang pemuda membawa ayahnya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.
Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ayah selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran. Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan, Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.
Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”
Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”
Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orang tua.”
“Bakti” bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: bakti adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Seburuk apa pun rupa maupun kondisi orangtua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati.

Pohon dan Anak


pohon dan anak Ada pohon besar di dalam hutan dengan batang yang tebal, banyak dahan besar, dan berdaun rimbun. Seorang anak yang kesepian datang ke pohon itu untuk bermain.
Anak itu membayangkan ia mendengar pohon itu berkata ramah kepadanya, “Ayo panjatlah aku. Bangunlah rumah bermain kecil di atas sini. Kamu boleh menggunakan dahan kecilku jika kamu mau, juga daunku yang berlimpah.” Maka anak itu memanjat pohon itu, mematahkan beberapa ranting, mengambil dedaunan, dan membuat rumah rahasia yang tinggi di pohon itu. Meski itu menyakiti pohon, namun pohon itu bahagia berkorban sedikit untuk melihat anak itu mendapatkan begitu banyak kesenangan. Selama hari-hari yang panjang, anak itu akan bermain di dalam rumah pohon. Pohon itu puas.
Ketika anak itu tumbuh lebih dewasa, ia berhenti bermain di pohon itu. Pohon itu menjadi sedih, rantingnya merunduk dan deadunannya kehilangan kilaunya.
Selang beberapa tahun, anak yang kini remaja itu kembali.  Pohon itu kegirangan melihatnya lagi. Pemuda itu merasa ia mendengar pohon itu berkata, “Ayo panjatlah aku lagi. Rumah pohon lamamu masih di sini. Aku merindukanmu.”
“Kini aku terlalu tua untuk bermain rumah pohon,’ pikir remaja itu. “Aku ingin kuliah tapi aku terlalu miskin.”
“Tidak masalah,’ pohon itu tampaknya berkata, “Kembalilah seminggu lagi. Aku akan mengeluarkan buah. Aku akan hasilkan ekstra. Silakan panen semua buahku dan juallah untuk membayar biaya kuliahmu.”
Maka anak itu kembali tujuh hari kemudian. Pohon itu dipenuhi buah ranum. Anak itu mengambil semuanya sampai buah yang terkahir, menjualnya, dan cukup untuk biaya kuliah satu tahun. Pohon itu sangat bahagia.
Anak itu kembali selama tiga tahun berikutnya, mengambil setiap buahnya dan menjualnya untuk memnuhi biayanya. Pohon itu gembira. Pohon itu bahkan kelihatannya berusaha lebih keras tiap tahunnya untuk menghasilkan lebih banyak buah untuk sahabatnya, meskipun ini membuat pohon itu kelelahan dan makin sakit.
Ketika anak itu lulus, ia berhenti datang. Pohon itu sedih lagi. Beberapa tahun kemudian, anak itu, kini menjadi pemuda, kembali. Ia memiliki kesan yang sangat jelas bahwa pohon tua itu menangis kegirangan melihatnya lagi. “Tunggu beberapa hari lagi. Walau aku kini agak lemah, aku masih bisa menghasilkan banyak buah agar kamu jual untuk biaya kuliahmu.”
“Aku tidak kuliah lagi,” kata pemuda itu, “aku sudah punya pekerjaan. Aku sudah jatuh cinta dan ingin menikah, namun kami membutuhkan rumah untuk ditinggali.”
“Tidak masalsah,” pohon itu agaknya berkata, “kembalilah besok dengan gergaji. Ambil dahan tebalku. Itu bisa untuk membuat papan lantai dan tiang yang kuat. Bahkan ada cukup kayu untuk membuat dindingnya. Gunakan dahan kecil dan daun besar untuk atapnya. Ada banyak.”
Demikianlah, hari berikutnya, pemuda itu mengambil seluruh dahan dan daun untuk membuat rumahnya, menyisakan hanya batangnya. Meski itu melukai pohon itu dengan parah, pohon itu bahagia membuat pengorbanan besar untuk seseorang yang dicintainya.
Selama bertahun-tahun, anak itu tidak pernah kembali. Pohon itu bergantung pada kenangan bahagianya untuk mempertahankan hidupnya.
Kala anak itu datang lagi, kini menjadi pria setengah baya, pohon itu nyaris melompat keluar dari tanah dengan sukacita. “Selamat datang! Sungguh bahagia melihatmu lagi!” Bahkan kali ini burung-burung pun bisa mendengar pohon itu. “Apa yang bisa kulakukan untukmu? Mohon izinkan aku membantu.”
“Aku kini punya anak,” jawab pria itu, “dan aku ingin memulai usaha perab0tanku sendiri untuk mendapat cukup uang untuk memberi mereka kehidupan yang baik.”
“Bagus sekali,” kata pohon tua itu, “meski kamu mungkin berpikir aku cuma tunggul tua, ada banyak kayu indah dalam batangku untuk membuat banyak perabot mahal. Ambillah. Aku akan bahagia jika kamu ambil semua.”
Maka pria itu datang esoknya, menebang batang pohon itu dan mendapat cukup banyak kayu kelas satu untuk memulai usaha perabotannya.
Tak lama setelahnya, pohon itu mati.
Bertahun-tahun kemudian, anak itu, kini telah menjadi orangtua, mengunjungi tempat dimana pohon yang sehat itu pernah berdiri, tempat ia membangun rumah pohon semasa ia kecil, yang selalu begitu dermawan kepadanya. Yang tersisa hanyalah akar yang melapuk. Orang tua itu membaringkan kepalanya di atas akar-akar itu sejenak . Akar itu jauh lebih nyaman daripada bantal bulu. Ia ingat dengan berurai air mata bagaimana pohon itu telah menolongnya, tanpa bertanya, tiap kali ia membutuhkan pertolongan. Bagaimana pohon itu mengorbankan segalanya untuknya, dan bahagia melakukannya setiap saat. Ia pu tertidur.
Ketika ia bangun dari mimpi itu, ia menyadari bahwa pohon itu adalah orangtuanya.

Friday, 22 January 2016

kata bijak motivasi kerja

Rasa semangat perlu ditingkatkan dengan kata kata bijak motivasi kerja agar hasil yang didapat bisa maksimal dan tidak ada yang sia-sia.

Kerja pada dasarnya merupakan keharusan bagi setiap manusia. Tak ada pengecualian kecuali mungkin bagi mereka yang malas. Namun ketahuilah bahwa kemalasan hanya akan mendatangkan kemelaratan dalam hidup. Karena kehidupan membutuhkan para pekerja keras bukan para pemalas dan pecundang.

Kata Kata Bijak Motivasi Kerja Dan Ketekunan

Sebuah syair yang tidak asing lagi bagi telinga kita bahkan menyuruh kita untuk bekerja dengan kesungguhan yang tinggi. "Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok." Pesan eksplisit dari syair tersebut adalah agar kita memiliki kesungguhan dalam bekerja baik untuk dunia maupun akhirat (ibadah).

Maka renungilah kata kata bijak motivasi berikut ini agar anda tetap menjaga kesungguhan dalam hidup dan bekerja.

Bekerja keraslah untuk menjadi baik, dan bekerja lah lebih keras agar menjadi yang terbaik

Bekerja keraslah dengan penuh kesenangan dan ciptakan perbedaan

Segala sesuatu yang bernilai tidak akan datang dengan mudah

Kerja keras adalah hal yang penting. Tetapi masih ada sesuatu yang lebih penting, yaitu percaya pada dirimu sendiri

Semakin keras anda bekerja maka anda akan semakin beruntung

Beberapa orang memimpikan kesuksesan, ketika yang lainnya sedang bangun dan bekerja keras. Menurut anda siapakah yang layak menerima kesuksesan itu?

Jika kerja keras adalah senjatamu maka sukses akan menjadi budakmu

Ketekunan akan mengalahkan kecerdasan selama anda benar-benar tekun

Kehidupan yang indah tidak terjadi begitu saja, melainkan dibangun dengan doa, kerja keras, pengorbanan dan cinta

Keberuntungan hanyalah sisa dari kerja keras

Tidak ada rahasia untuk sukses. Sukses hanyalah hasil dari persiapan, kerja keras, ketekunan, dan belajar dari kegagalan

Hari ini anda melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Maka besok anda akan dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang lain

Jangan menyerah karena setiap permulaan adalah yang terberat

Segeralah bangun dengan keputusan maka anda akan tidur dalam kepuasan

Kunci dari manajemen diri adalah ketekunan

Apapun yang kamu lakukan pasti akan ada akibatnya. Baik ataupun buruk jangan pernah takut untuk memulai

Jalan yang terjal dan berliku biasanya akan membawa anda pada tujuan yang indah

Ketekunan membutuhkan ketabahan dalam menghadapi rintangan dan cobaan 

Sebuah mahakarya tidaklah cukup dengan mengandalkan talenta semata

Ketekunan akan membawa anda pada kesempurnaan

Selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa dan selalu ada jalan bagi mereka yang gemar berusaha

Penghargaan tertinggi dari kerja keras bukanlah pada apa yang anda hasilkan melainkan bagaimana anda berkembang karenanya

Adanya jarak antara mimpi indah dan keindahan sukses maka anda diharuskan untuk mempunyai tekad dan kegigihan agar mampu menempuh jarak itu

Segerlah bertindak dan terus berjuang, karena diri anda lah yang menentukan nasib anda

Minimal anda siap bercucuran keringat, bersusah payah, dan berjuang habis-habisan. Karena tidak ada kata INSTAN dalam menjemput kesuksesan

Jika anda ingin Tuhan membantu anda, maka dahuluilah dengan membantu diri anda sendiri

Jika anda tidak mampu terbang maka berlarilah, jika tak mampu berlari maka berjalan sudah cukup. Jika belum bisa maka merangkak lah. Karena anda harus terus bergerak maju dan maju

Untuk sukses pun anda harus membutuhkan orang lain. Sekedar meminta saran atau bekerjasama

Jadilah orang kecil yang berpikiran besar. Jangan jadi orang besar yang berpikiran kecil/sempit - Andrie Wongso

Masalah itu adil. Ia datang pada semua orang, tapi tidak dengan "jalan keluar." Karena jalan keluar hanya datang pada mereka yang mencarinya

Tuesday, 24 November 2015

Cerita ini akan membuat Anda Malu Jika Pernah Bertengkar atau Memarahi Ibumu


pertengkaran ibu dan anak
Cerita Inspirasi Fiktif “Pertengkaran Ibu dan Anak”. Pada cerita inspirasi kali ini sipolos akan memberikan cerita fiktif tentang pertengkaran seorang ibu dengan anak gadisnya. Berikut ini adalah ceritanya.
Suatu hari ada seorang anak yang bertengkar dengan ibunya, pertengkaran tersebut berawal ketika ibu tersebut menasehati anaknya, akan tetapi anaknya merasa terganggu dengan nasihat ibunya, akhirnya terjadilah pertengkaran mulut diantara keduanya. pertengkaran tersebut membuat si anak langsung pergi keluar dan meninggalkan si ibu dirumah. Cuaca pada saat itu sangat panas, setelah berjalan cukup jauh dia berfikir sejenak untuk berteduh di bawah pohon yang cukup rindang. Di dekat pohon rindang tersebut terdapat kedai mie ayam, Perutnya sudah mulai terasa lapar akan tetapi dia baru tersadar kalau dia tidak membawa uang. Ia ingin membeli semangkok mie ayam akan tetapi karena ia tidak membawa uang, ia hanya terdiam sambil sesekali menatap kedai tersebut sambil menahan rasa lapar.
Secara tak sadar seorang ibu pemilik kedai tersebut melihat tingkah anak tersebut yang sering melihat kearah kedainya sambil memegangi perutnya. Lalu pemilik kedai itu mendekati anak tersebut. “Nak ibu perhatikan kamu sepertinya sering melihat kearah kedai ibu. Apakah kamu ingin makan mie ayam dikedai ibu?” Ujar si pemilik kedai.
“Iyah bu, memang perut saya agak terasa lapar, tapi saya tidak memiliki uang untuk membeli mie ayam di kedai ibu”, jawab anak tersebut.
“Oh, jadi karena itu kamu terus memperhatikan kedai ibu. ayuk ke kedai ibu nanti ibu kasih semangkok mie ayam”, – ucap si pemilik kedai.
“Tapi saya tidak memiliki uang untuk membayar mie ayam ibu”, jawab si anak
“ Sudahlah kamu tidak perlu khawatir, Ibu iklas kok”, ucap kembali si ibu.
Akhirnya anak tersebut memakan mie ayam pemberian si pemilik kedai. Tetapi tiba tiba si anak menetaskan air mata. “Kenapa kamu menangis nak?” Tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa – apa bu, aku hanya terharu dengan kebaikan ibu, karena ibu yang bukan siapa – siapa saya, tetapi rela memberikan semangkok mie ayam secara gratis terhadap saya, sementara ibu saya sendiri hari ini baru saja bertengkar dengan saya, dan dia membiarkan saya pergi dan beliau tidak peduli kalau saat ini saya belum makan dan tidak membawa uang” ucap anak tersebut.
Mendengar ucapan anak tersebut ibu kedai itu terdiam sesaat dan menyela nafas, lalu kemudian dia mendekati sianak tersebut dan mengusap2 pundak tersebut sambil berkata :
“Nak, mengapa kau berpikir seperti itu? Aku hanyalah memberimu semangkuk mie ayam saja, tapi kau begitu terharu dan bilang aku sangat baik, dan sangat berbeda jauh dengan ibumu. Coba sekarang kamu renungkan, Aku hanya memberimu semangkuk mie ayam, sementara Ibumu telah memasak nasi, dan berbagai hal lain untuk kamu makan, dari semenjak kamu lahir sampai sekarang ini dan semua itu diberikan secara gratis agar kamu bisa tumbuh sehat sampai saat ini, kenapa orang yang selalu memberi makan kamu tiap hari secara gratis malah kamu bilang tidak baik, kenapa justru aku yang hanya sekali memberi kamu semangkuk mie ayam kamu bilang sangat baik. Seharusnya orang yang wajib kamu bilang sangat baik ialah Ibumu. Dia yang mengandungmu, Dia yang melahirkanmu, Dia yang menyusuimu, Dia yang memandikanmu, Dia yang merawatmu dari kecil hingga sebesar saat ini, dia yang memberikan jiwa dan raganya untuk membesarkan dan merawat kamu, sekarang pulang lah nak lalu minta maaf lah kepadanya, karena dia orang yang seharusnya kau bilang sangat baik. Pulang dan berterimakasihlah kepada beliau”
Mendengar nasihat dari pemilik kedai tersebut anak itu hanya terdiam, beberapa saat kemudian dia menangis. “Betapa durhakanya aku terhadap Ibuku, aku tak pernah peduli dengan apa yang pernah dia berikan untuk aku, betapa berdosanya aku” ucap anak tersebut.
“Terimakasih bu sudah memberikan saya semangkuk mie ayam, aku permisi pulang” tambah sang anak.
Anak tersebut langsung berjalan dengan cepat menuju rumahnya, setelah sampai didepan rumah, ternyata sang Ibu sedang berdiri tepat didepan pintu rumah.
Seketika sang ibu langsung memanggil anaknya, “Nak kamu dari mana saja, ibu khawatir sama kamu, maafkan Ibu yah karena tadi sudah memarahi kamu, Ibu juga melihat dompet kamu ada dimeja kamar kamu, pasti kamu belum makan, Ayo nak masuk, Ibu telah menyiapkan makan untuk kamu”, ucap sang Ibu.
Mendengar ucapan Ibunya tersebut, Anak tersebut tak kuasa menahan rasa tangis dan langsung berlari serta bersujud di kaki ibunya. “Maafkan aku bu, aku ini sudah durhaka terhadap ibu, aku tidak pernah menghargai apa yang sudah ibu berikan kepada aku, Aku minta maaf bu. Aku ini memang tidak pernah bersyukur, Aku tidak sadar kalau selama ini aku memiliki Ibu terbaik di dunia. Aku tidak akan mengulanginya lagi bu, aku akan selalu mendengarkan semua nasihat Ibu, Aku cinta Ibu.” Ucap sang anak.
Terkadang kita melupakan dan mengabaikan kebaikan dan kasih sayang yang begitu besar dari orang tua kita, bahkan kita sering marah dan bertengkar dengan mereka pada saat kita dinasehati oleh mereka serta sering kita membandingkan orang tua kita dengan orang lain, dan menganggap orang lain lebih baik dari orang tua kita ketika kita sedang diberi sesuatu dengan orang lain, padahal apa yang diberikan oleh orang lain tidak akan mampu menandingi kebaikan dan kasih sayang orang tua kita.
Percayalah, ketika orang tua kita menasehati kita itu karena mereka ingin yang terbaik untuk kita. Tidak ada kasih sayang yang dapat diberikan orang lain terhadap kita melebihi orang tua kita, jangan pernah melupakan atau melawan terhadap mereka. Karena merekalah orang yang benar benar tulus mencintai dan menyayangi dirimu tanpa pamrih.
Semoga cerita inspirasi tentang Pertengkaran Ibu dan Anak ini dapat menyadarkan kita bahwa orang tua adalah orang yang perlu diutamakan dan jangan sekali kali untuk melawan apalagi sampai bertengkar dengan dia. Sekarang datanglah ke Ibu Mu, minta maaf lah terhadap beliau dan katakan “I Love You, Mom!”.

Wednesday, 18 November 2015

Kata motivasi di pagi hari

Kita tidak punya waktu untuk menunggu kesuksesan datang, maka dari itu mari kita mengejarnya hari ini juga.

Jangan takut gagal, lebih baik takutlah akan kesempatan yg hilang karena kau tak pernah berani untuk mencobanya.

Orang yang selalu bikin orang lain tertawa justru adalah orang yang paling butuh dibikin tertawa.

Sahabat mungkin tak bisa membuat masalahmu pergi, tetapi mereka tak akan pergi saat kau dalam masalah.

Jangan menilai seseorang hanya dari kesuksesan yg dia capai, tapi nilailah dari bagaimana dia mengatasi kesulitan untuk meraih hal tsb.

Kau takkan bisa melihat apa yg telah Tuhan berikan, jika terlalu sibuk memperhatikan apa yg Tuhan berikan pada orang lain.

Akan ada banyak godaan dalam meraih tujuan, tapi jika kau selalu mengikuti apa motivasimu, siapapun tak kan mampu menggoyahkanmu.

Jangan menunggu waktu yg tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.

Jika kau takut gagal tentu kau juga takut kalau tidak sukses. Jadi, lebih baik lawan ketakutan dg berusaha sebaik2nya.

Jangan meremehkan orang lain. Tak seorangpun akan menjadi hebat dg cara meremehkan seseorang.

Tiada yg kekal di dunia ini, tak perlu ngotot2an, selama baik untuk sesama, biarlah itu terjadi.

Jangan takut dg rasa takut, kita harus berani untuk mendapatkan keberanian.

Masalah itu tidak akan terlalu menyakitkan jika kita lawan dg kesabaran dan tawakal.

Jika tidak mengharapkan, kita akan mendapat sesuatu yg tak terbayangkan.

Tetaplah berpikir positif, tetaplah penuh semangat. Kehidupan memang memberi banyak tekanan kepada siapapun dan kapanpun.

Oh Tuhanku, aku tahu aku tak sempurna, tetapi aku tak pernah bosan untuk bersyukur atas kasih sayangMu kepadaku.

Waktu hidup kita terbatas di bumi ini, mari jadikan setiap momen kita sebaik2nya dan penuh arti.

Keberanian itu perlu untuk menghindari rasa takut, bukan untuk tindakan nekad.

Waktu berlalu tanpa terasa ketika hati kita gembira.

Hadapi dg wajar apapun yg datang dan pergi dalam hidup kita. Cepat atau lambat semua itu akan berlalu dari pikiran kita.

Seburuk apapun kejadian yg kau alami, selalulah lihat sisi baiknya.

Pengalaman adalah nama yang kita berikan pada kesalahan2 yg kita perbuat. Kesuksesan adalah keberhasilan belajar dari pengalaman.

Saat gagal, kita tidak seburuk itu. Saat sukses, kita tidak sehebat itu. Semuanya ditentukan oleh satu keputusan yg kita pilih.

Berhentilah menyesali apa yg telah terjadi. Kegagalan hanya sebuah pelajaran yg menghiasi perjalananmu menuju keberhasilan hari ini.

Dalam hidup, kau mungkin mengerjakan sesuatu yg salah, tapi jadikanlah kesalahan itu untuk membantumu menemukan pekerjaan yg tepat.

Jangan butakan hatimu dg memperbesar kebencian dan densam. Sikap itu hanya merugikan diri sendiri, bukan orang yg kau benci.

Kita bersyukur dan beedoa kepada Tuhan. Kita berterima kasih dan mendoakan orang tua kita.

Tuhan menciptakan hujan agar bumi ini layak bagi kehidupan. Sayangnya, ulah bbrp orang menjadikannya banjir dan genangan.

Lihatlah persoalan dari sisi positif. Sebuah kesalahan telah mengajari kita hal yg benar.

Tak perlu memaksakan sesuatu itu untuk indah, jika memang indah, pasti akan indah pada waktunya.

Tuhan tak pernah salah, tetapi kitalah yg kurang sabar.

Dengan bersabar, kita sangat mungkin mendapatkan sesuatu yg lebih baik.

Sambut hari ini dg penuh semangat, seolah2 ini adalah hari terakhir kita. Berkaryalah sebaik2nya, seolah2 kita akan hidup selamanya.

Jangan menghalangi mimpi2mu dg membiarkan ketakutan tumbuh lebih besar daripada keyakinan yg kau miliki.

Kecemasan bagaikan kursi goyang, dia akan membuatmu terus bergerak, tetapi kau tidak akan pernah sampai kemana pun.

Believe in someone if you love them. Not because they speak the truth. Because you want to believe in them.

Inti dari hidup ini sebenarnya adalah untuk saling mengasihi dan berbagi.

KIta harus berpikir bahwa hidup kita lebih baik, dan mengupayakan agar hidup orang2 disekitar kita juga menjadi makin baik.

Semoga bermanfaat..

Sunday, 15 November 2015

Kisah Semut dan Lalat


Kisah Semut dan Lalat
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Penebang Kayu Kehilangan Kapak


Penebang Kayu Kehilangan Kapak
Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.
Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.
Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.
Semakin dipikir semakin yakin.
Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.
Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?
Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita.
Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.
Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.
Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.

Thursday, 12 November 2015

Pemberi Harapan Palsu

Yang namanya cinta itu biasanya terdiri dari dua orang yang satu berharap dan satunya lagi memberikan harapan. tapi kalau cuma satu doang yang berharap ? itu sih namanya Cinta Bertepuk Sebelah Tangan. sakit memang jika mendengar cinta kita tak dihiraukan, apalagi kenyataan tersebut sama sekali tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. kalian pasti pernah kan? berharap sama orang yang salah? atau malah kalian sendiri yang memberikan harapan kosong kepada seseorang ? banyak sekali alasan yang sering dijadikan pembenaran dalam hal ini. maka tak heran bila salah satu pihak biasanya menjadi korban harapan palsu.

Kata Kata buat Pemberi Harapan Palsu PHP - mungkin ini cocok buat kalian yang menjadi korban para PHP, siapa sih yang sebenarnya memberikan harapan palsu? kalian sendiri apa dia ? kebanyakan cowok sering sekali dicap sebagai makhluk yang memberikan harapan palsu. itu nggak bener banget, banyak juga kok cewek-cewek diluar sana yang biasanya memberikan harapan palsu? jadi untuk masalah harapan ini, nggak perduli baik cowok/cewek kalau dasarnya dia PHP ya tetep PHP aja. 

Kata Kata Galau untuk Pemberi Harapan Palsu - tapi sebenarnya kalian harus instropeksi diri terlebih dahulu, apa kebaikan dia dan juga perhatian dia yang selama ini dikasih itu bisa dinamakan sebuah harapan? bisa jadi kan itu hanya sifat baik dia ? apa kamu sendiri yang sering ke ge-er-an ? jangan sampai terlalu percaya diri kalau kebaikan dia itu diartikan sebagai harapan. jadi kalau kalian udah terlalur berharap ya susah, dan diposisi dia tentu nggak tau kan? dia nganggep kalian sebagai teman yang baik, dan kalau misalnya dia nggak pernah ngomongin soal perasaan lalu pergi gitu aja apa bisa dibilang PHP ? padahal kan niat dia emang mau baik sama kalian, bukan mau pacaran. jadi, awal sebuah PHP adalah diri kita yang terlalu berharap sama seseorang.

Tapi, ada juga sih yang emang berniat mempermainkan perasaan kita, banyak orang seperti ini yang dengan sengaja menjebak kita pada rasa nyaman kemudian meninggalkan tanpa kepastian yang jelas. kalian juga harus waspada dengan orang-orang tipe ini. karena biasanya dia orangnya baik, cepet bikin nyaman, selalu perhatian, pokoknya hampir sempurna deh. kalau kalian udah kejebak, ya dia bakalan pergi gitu aja. 

Kata Kata Sindiran Pemberi Harapan Palsu PHP
Sumber : pakiwallpapers23.blogspot.com

Nah, buat kalian yang masih galau dan kecewa karena merasa diphp-in ? berikut akan admin berikan Kata Kata Sindiran Pemberi Harapan Palsu PHP :

Jangan prnh memberikan harapan palsu kepada orang yg benar-benar mencintaimu

Dibalik menunggu, banyak rasa takut jika itu hanya harapan palsu

Selalu berharap perhatian kamu ke aku selama ini bukanlah harapan palsu yang aku rasakan

Yang suka ngasih harapan palsu, nanti ada saatnya pas sayang beneran, ternyata sayangnya bertepuk sebelah tangan.

Lebih baik jujur di awal dan membiarkan mereka terluka, daripada berbohong dan memberikan harapan palsu.

Php itu pemberi harapan pasti, cuma orang pesimis doang yg bilang pemberi harapan palsu

Topeng wanita adalah make up dan drama. Topeng pria adalah gengsi, aksi sok keren dan harapan palsu.

Bukan dia yang selalu memberi harapan palsu tapi kamu yang terlalu berharap lebih

sekali kau beri harapan palsu, selamanya aku pesan, jangan pernah berharap aku akan menerima kau kembali.

Jadi kalo kamu berada dalam HTS, ya berarti udah pasti kamu PHP. Entah kamu yang Pemberi, atau Penikmat Harapan Palsu?

HTS terjadi ketika Pemberi Harapan Palsu bertemu dengan Penikmat Harapan Palsu.

Yg berharap itu gk salah, tp dia korban dari harapan palsu. Klo emg gak cinta & syg gak usah Sok cinta. Sok sayang. Percuma kalo itu palsu

lalu apa perhatianmu selama ini? semua harapan yg kamu kasih palsu? OH.

Kalau cewek benci diberi harapan palsu, seperti itulah cowok benci digantungin ketika dia udah ungkapkan perasaan.

Jangan pernah berikan harapan jika kamu tak mampu memenuhinya. Lebih baik jujur meski pilu daripada bahagia tapi palsu.

Udah rela nunggu, udah rela sabar, tapi endingnya ya gitu. Ga ada penjelasan, kalau pun ada penjelasan ya hanya sekedar harapan palsu.

Dear para pemberi harapan palsu; Cinta itu ga butuh alasan, dia butuh balasan..

Janji palsu, rayuan palsu, senyuman palsu, lirikan palsu, harapan palsu. Minggir aja dari kehidupan gua~

Kalo cuma ngasi harapan palsu, mending gak usah sok baik !!

Jangan pernah permainkan cinta. Jika tak ada cinta di hatimu, jangan pernah berikan harapan palsu untuk mencintaimu.

Kejahatan terencana adalah memberikan harapan palsu tanpa ada rasa cinta.

Sakit emang ngeliat kamu udah sama dia, sedangkan dulu kamu ngasih aku harapan :') harapan palsu...

Mengapa kauperjuangkan harapan yang sebenarnya palsu, padahal kautahu semua semu; tapi kaumasih terus menunggu.

kalau memang gak mau dan gak suka mesti tegas, jangan memberi harapan palsu yang lebih menyakiti hatinya

diberi harapan palsu lebih menyakitkan daripada ditolak

Ada yang masih berharap tapi selalu diabaikan. Ada juga yang udah dikasih harapan tapi cuma harapan palsu.

jangan berikan harapan palsu kepada seseorang jika engkau tidak bisa mencintainya dengan hati tulusmu

Kamu nggak tahu, ya, rasanya kangen dan dikasih harapan palsu kayak gini. Nyeseknya berlipat-lipat tau gak!

Memberi perhatian bisa dikira memberi harapan palsu. Apa pun pendapat orang lain, tetaplah berbuat baik.

Cara terbaik saat menghadapi PHP (Pemberi Harapan Palsu) adalah tidak menerima semua apa yang diucapkannya.

Kamu gak tau betapa sakitnya diberi perhatian palsu dan harapan palsu

Jika tak mau di beri harapan palsu, maka jangan pernah memberi harapan yang palsu pada orang lain.

Percaya harapan bikin hati jadi berbunga-bunga, tapi pas tau itu harapan palsu nafas jadi terenga-enga.

Ga usah kebanyakan basa-basi, kalo sayang bilang aja sayang, kalo ga sayang ga usah ngasih harapan palsu !

Orang yg berpura² cintakan seseorang adlh Manusia paling BODOH sekali. Kerana dia telah memberi harapan palsu kpd org yg benar² mencintainya

Ketika gue berusaha mati-matian melupakan semua tentang elo,kenapa elo dateng lagi ke kehidupan gue? Mau ngasi harapan palsu lagi?

Pemberi harapan palsu sama orang yg ingkar janji itu gak jauh beda, sama-sama bisa ngomong doang tanpa bukti

Pemberi harapan palsu. Tapi, sebenarnya bukan salah dia beri harapan palsu. Salah kau, yang terlalu mengharapkan sesuatu.

Seorang pria sejati tidak akan mempermainkan perasaan wanita dengan memberikan harapan palsu

Kalo aku boleh meminta sesuatu padamu. Aku meminta harapan nyata bukan hanya harapan palsu

Paling nggak suka sama orang yang beri harapan palsu, manis diawal, ujung-ujungnya tega nyakitin.

Kalo udah bosen mah bilang, jangan suka ngasih harapan palsu gitu

Itulah informasi terbaru seputar Kata Kata Sindiran Pemberi Harapan Palsu PHP, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat kalian semuanya. jadikan kata-kata galau karena harapan palsu tersebut sebagai inspirasi agar kita paham dan tidak terjebak oleh harapan kosong.

Monday, 19 October 2015

Akhirnya ku Menemukanmu

akhirnya ku menemukanmusaat hati ini mulai meraguakhirnya ku menemukanmusaat raga ini ingin berlabuh
ku berharap engkau lahjawaban sgala risau hatikudan biarkan dirikumencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimuMiliki aku dengan segala kelemahankuDan bila nanti engkau di sampingkuJangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmuSaat hati ini mulai meraguAkhirnya ku menemukanmuSaat raga ini ingin berlabuh

Cerita motivasi – Elang dan kalkun

Hai sahabat blogger, saya AW (Adi Wiguna) kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita menarik, yang tentunya akan membuat kita agar lebih menghargai kemandirian saat kita hidup dalam kehidupan yang penuh dengan perjuangan ini.. 
Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.
Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.
Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.
Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.
Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”
Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.
Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.
Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.
Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…
Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus"

semoga bermanfaat kawan..