Tuesday, 2 February 2016

kisah inspiratif Sesuatu Yang Berharga


Sesuatu Yang Berharga
Seorang pemuda membawa ayahnya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.
Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ayah selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran. Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan, Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.
Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”
Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”
Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orang tua.”
“Bakti” bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: bakti adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Seburuk apa pun rupa maupun kondisi orangtua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati.

Pohon dan Anak


pohon dan anak Ada pohon besar di dalam hutan dengan batang yang tebal, banyak dahan besar, dan berdaun rimbun. Seorang anak yang kesepian datang ke pohon itu untuk bermain.
Anak itu membayangkan ia mendengar pohon itu berkata ramah kepadanya, “Ayo panjatlah aku. Bangunlah rumah bermain kecil di atas sini. Kamu boleh menggunakan dahan kecilku jika kamu mau, juga daunku yang berlimpah.” Maka anak itu memanjat pohon itu, mematahkan beberapa ranting, mengambil dedaunan, dan membuat rumah rahasia yang tinggi di pohon itu. Meski itu menyakiti pohon, namun pohon itu bahagia berkorban sedikit untuk melihat anak itu mendapatkan begitu banyak kesenangan. Selama hari-hari yang panjang, anak itu akan bermain di dalam rumah pohon. Pohon itu puas.
Ketika anak itu tumbuh lebih dewasa, ia berhenti bermain di pohon itu. Pohon itu menjadi sedih, rantingnya merunduk dan deadunannya kehilangan kilaunya.
Selang beberapa tahun, anak yang kini remaja itu kembali.  Pohon itu kegirangan melihatnya lagi. Pemuda itu merasa ia mendengar pohon itu berkata, “Ayo panjatlah aku lagi. Rumah pohon lamamu masih di sini. Aku merindukanmu.”
“Kini aku terlalu tua untuk bermain rumah pohon,’ pikir remaja itu. “Aku ingin kuliah tapi aku terlalu miskin.”
“Tidak masalah,’ pohon itu tampaknya berkata, “Kembalilah seminggu lagi. Aku akan mengeluarkan buah. Aku akan hasilkan ekstra. Silakan panen semua buahku dan juallah untuk membayar biaya kuliahmu.”
Maka anak itu kembali tujuh hari kemudian. Pohon itu dipenuhi buah ranum. Anak itu mengambil semuanya sampai buah yang terkahir, menjualnya, dan cukup untuk biaya kuliah satu tahun. Pohon itu sangat bahagia.
Anak itu kembali selama tiga tahun berikutnya, mengambil setiap buahnya dan menjualnya untuk memnuhi biayanya. Pohon itu gembira. Pohon itu bahkan kelihatannya berusaha lebih keras tiap tahunnya untuk menghasilkan lebih banyak buah untuk sahabatnya, meskipun ini membuat pohon itu kelelahan dan makin sakit.
Ketika anak itu lulus, ia berhenti datang. Pohon itu sedih lagi. Beberapa tahun kemudian, anak itu, kini menjadi pemuda, kembali. Ia memiliki kesan yang sangat jelas bahwa pohon tua itu menangis kegirangan melihatnya lagi. “Tunggu beberapa hari lagi. Walau aku kini agak lemah, aku masih bisa menghasilkan banyak buah agar kamu jual untuk biaya kuliahmu.”
“Aku tidak kuliah lagi,” kata pemuda itu, “aku sudah punya pekerjaan. Aku sudah jatuh cinta dan ingin menikah, namun kami membutuhkan rumah untuk ditinggali.”
“Tidak masalsah,” pohon itu agaknya berkata, “kembalilah besok dengan gergaji. Ambil dahan tebalku. Itu bisa untuk membuat papan lantai dan tiang yang kuat. Bahkan ada cukup kayu untuk membuat dindingnya. Gunakan dahan kecil dan daun besar untuk atapnya. Ada banyak.”
Demikianlah, hari berikutnya, pemuda itu mengambil seluruh dahan dan daun untuk membuat rumahnya, menyisakan hanya batangnya. Meski itu melukai pohon itu dengan parah, pohon itu bahagia membuat pengorbanan besar untuk seseorang yang dicintainya.
Selama bertahun-tahun, anak itu tidak pernah kembali. Pohon itu bergantung pada kenangan bahagianya untuk mempertahankan hidupnya.
Kala anak itu datang lagi, kini menjadi pria setengah baya, pohon itu nyaris melompat keluar dari tanah dengan sukacita. “Selamat datang! Sungguh bahagia melihatmu lagi!” Bahkan kali ini burung-burung pun bisa mendengar pohon itu. “Apa yang bisa kulakukan untukmu? Mohon izinkan aku membantu.”
“Aku kini punya anak,” jawab pria itu, “dan aku ingin memulai usaha perab0tanku sendiri untuk mendapat cukup uang untuk memberi mereka kehidupan yang baik.”
“Bagus sekali,” kata pohon tua itu, “meski kamu mungkin berpikir aku cuma tunggul tua, ada banyak kayu indah dalam batangku untuk membuat banyak perabot mahal. Ambillah. Aku akan bahagia jika kamu ambil semua.”
Maka pria itu datang esoknya, menebang batang pohon itu dan mendapat cukup banyak kayu kelas satu untuk memulai usaha perabotannya.
Tak lama setelahnya, pohon itu mati.
Bertahun-tahun kemudian, anak itu, kini telah menjadi orangtua, mengunjungi tempat dimana pohon yang sehat itu pernah berdiri, tempat ia membangun rumah pohon semasa ia kecil, yang selalu begitu dermawan kepadanya. Yang tersisa hanyalah akar yang melapuk. Orang tua itu membaringkan kepalanya di atas akar-akar itu sejenak . Akar itu jauh lebih nyaman daripada bantal bulu. Ia ingat dengan berurai air mata bagaimana pohon itu telah menolongnya, tanpa bertanya, tiap kali ia membutuhkan pertolongan. Bagaimana pohon itu mengorbankan segalanya untuknya, dan bahagia melakukannya setiap saat. Ia pu tertidur.
Ketika ia bangun dari mimpi itu, ia menyadari bahwa pohon itu adalah orangtuanya.

Friday, 22 January 2016

kata bijak motivasi kerja

Rasa semangat perlu ditingkatkan dengan kata kata bijak motivasi kerja agar hasil yang didapat bisa maksimal dan tidak ada yang sia-sia.

Kerja pada dasarnya merupakan keharusan bagi setiap manusia. Tak ada pengecualian kecuali mungkin bagi mereka yang malas. Namun ketahuilah bahwa kemalasan hanya akan mendatangkan kemelaratan dalam hidup. Karena kehidupan membutuhkan para pekerja keras bukan para pemalas dan pecundang.

Kata Kata Bijak Motivasi Kerja Dan Ketekunan

Sebuah syair yang tidak asing lagi bagi telinga kita bahkan menyuruh kita untuk bekerja dengan kesungguhan yang tinggi. "Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok." Pesan eksplisit dari syair tersebut adalah agar kita memiliki kesungguhan dalam bekerja baik untuk dunia maupun akhirat (ibadah).

Maka renungilah kata kata bijak motivasi berikut ini agar anda tetap menjaga kesungguhan dalam hidup dan bekerja.

Bekerja keraslah untuk menjadi baik, dan bekerja lah lebih keras agar menjadi yang terbaik

Bekerja keraslah dengan penuh kesenangan dan ciptakan perbedaan

Segala sesuatu yang bernilai tidak akan datang dengan mudah

Kerja keras adalah hal yang penting. Tetapi masih ada sesuatu yang lebih penting, yaitu percaya pada dirimu sendiri

Semakin keras anda bekerja maka anda akan semakin beruntung

Beberapa orang memimpikan kesuksesan, ketika yang lainnya sedang bangun dan bekerja keras. Menurut anda siapakah yang layak menerima kesuksesan itu?

Jika kerja keras adalah senjatamu maka sukses akan menjadi budakmu

Ketekunan akan mengalahkan kecerdasan selama anda benar-benar tekun

Kehidupan yang indah tidak terjadi begitu saja, melainkan dibangun dengan doa, kerja keras, pengorbanan dan cinta

Keberuntungan hanyalah sisa dari kerja keras

Tidak ada rahasia untuk sukses. Sukses hanyalah hasil dari persiapan, kerja keras, ketekunan, dan belajar dari kegagalan

Hari ini anda melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Maka besok anda akan dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang lain

Jangan menyerah karena setiap permulaan adalah yang terberat

Segeralah bangun dengan keputusan maka anda akan tidur dalam kepuasan

Kunci dari manajemen diri adalah ketekunan

Apapun yang kamu lakukan pasti akan ada akibatnya. Baik ataupun buruk jangan pernah takut untuk memulai

Jalan yang terjal dan berliku biasanya akan membawa anda pada tujuan yang indah

Ketekunan membutuhkan ketabahan dalam menghadapi rintangan dan cobaan 

Sebuah mahakarya tidaklah cukup dengan mengandalkan talenta semata

Ketekunan akan membawa anda pada kesempurnaan

Selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa dan selalu ada jalan bagi mereka yang gemar berusaha

Penghargaan tertinggi dari kerja keras bukanlah pada apa yang anda hasilkan melainkan bagaimana anda berkembang karenanya

Adanya jarak antara mimpi indah dan keindahan sukses maka anda diharuskan untuk mempunyai tekad dan kegigihan agar mampu menempuh jarak itu

Segerlah bertindak dan terus berjuang, karena diri anda lah yang menentukan nasib anda

Minimal anda siap bercucuran keringat, bersusah payah, dan berjuang habis-habisan. Karena tidak ada kata INSTAN dalam menjemput kesuksesan

Jika anda ingin Tuhan membantu anda, maka dahuluilah dengan membantu diri anda sendiri

Jika anda tidak mampu terbang maka berlarilah, jika tak mampu berlari maka berjalan sudah cukup. Jika belum bisa maka merangkak lah. Karena anda harus terus bergerak maju dan maju

Untuk sukses pun anda harus membutuhkan orang lain. Sekedar meminta saran atau bekerjasama

Jadilah orang kecil yang berpikiran besar. Jangan jadi orang besar yang berpikiran kecil/sempit - Andrie Wongso

Masalah itu adil. Ia datang pada semua orang, tapi tidak dengan "jalan keluar." Karena jalan keluar hanya datang pada mereka yang mencarinya

Tuesday, 24 November 2015

Cerita ini akan membuat Anda Malu Jika Pernah Bertengkar atau Memarahi Ibumu


pertengkaran ibu dan anak
Cerita Inspirasi Fiktif “Pertengkaran Ibu dan Anak”. Pada cerita inspirasi kali ini sipolos akan memberikan cerita fiktif tentang pertengkaran seorang ibu dengan anak gadisnya. Berikut ini adalah ceritanya.
Suatu hari ada seorang anak yang bertengkar dengan ibunya, pertengkaran tersebut berawal ketika ibu tersebut menasehati anaknya, akan tetapi anaknya merasa terganggu dengan nasihat ibunya, akhirnya terjadilah pertengkaran mulut diantara keduanya. pertengkaran tersebut membuat si anak langsung pergi keluar dan meninggalkan si ibu dirumah. Cuaca pada saat itu sangat panas, setelah berjalan cukup jauh dia berfikir sejenak untuk berteduh di bawah pohon yang cukup rindang. Di dekat pohon rindang tersebut terdapat kedai mie ayam, Perutnya sudah mulai terasa lapar akan tetapi dia baru tersadar kalau dia tidak membawa uang. Ia ingin membeli semangkok mie ayam akan tetapi karena ia tidak membawa uang, ia hanya terdiam sambil sesekali menatap kedai tersebut sambil menahan rasa lapar.
Secara tak sadar seorang ibu pemilik kedai tersebut melihat tingkah anak tersebut yang sering melihat kearah kedainya sambil memegangi perutnya. Lalu pemilik kedai itu mendekati anak tersebut. “Nak ibu perhatikan kamu sepertinya sering melihat kearah kedai ibu. Apakah kamu ingin makan mie ayam dikedai ibu?” Ujar si pemilik kedai.
“Iyah bu, memang perut saya agak terasa lapar, tapi saya tidak memiliki uang untuk membeli mie ayam di kedai ibu”, jawab anak tersebut.
“Oh, jadi karena itu kamu terus memperhatikan kedai ibu. ayuk ke kedai ibu nanti ibu kasih semangkok mie ayam”, – ucap si pemilik kedai.
“Tapi saya tidak memiliki uang untuk membayar mie ayam ibu”, jawab si anak
“ Sudahlah kamu tidak perlu khawatir, Ibu iklas kok”, ucap kembali si ibu.
Akhirnya anak tersebut memakan mie ayam pemberian si pemilik kedai. Tetapi tiba tiba si anak menetaskan air mata. “Kenapa kamu menangis nak?” Tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa – apa bu, aku hanya terharu dengan kebaikan ibu, karena ibu yang bukan siapa – siapa saya, tetapi rela memberikan semangkok mie ayam secara gratis terhadap saya, sementara ibu saya sendiri hari ini baru saja bertengkar dengan saya, dan dia membiarkan saya pergi dan beliau tidak peduli kalau saat ini saya belum makan dan tidak membawa uang” ucap anak tersebut.
Mendengar ucapan anak tersebut ibu kedai itu terdiam sesaat dan menyela nafas, lalu kemudian dia mendekati sianak tersebut dan mengusap2 pundak tersebut sambil berkata :
“Nak, mengapa kau berpikir seperti itu? Aku hanyalah memberimu semangkuk mie ayam saja, tapi kau begitu terharu dan bilang aku sangat baik, dan sangat berbeda jauh dengan ibumu. Coba sekarang kamu renungkan, Aku hanya memberimu semangkuk mie ayam, sementara Ibumu telah memasak nasi, dan berbagai hal lain untuk kamu makan, dari semenjak kamu lahir sampai sekarang ini dan semua itu diberikan secara gratis agar kamu bisa tumbuh sehat sampai saat ini, kenapa orang yang selalu memberi makan kamu tiap hari secara gratis malah kamu bilang tidak baik, kenapa justru aku yang hanya sekali memberi kamu semangkuk mie ayam kamu bilang sangat baik. Seharusnya orang yang wajib kamu bilang sangat baik ialah Ibumu. Dia yang mengandungmu, Dia yang melahirkanmu, Dia yang menyusuimu, Dia yang memandikanmu, Dia yang merawatmu dari kecil hingga sebesar saat ini, dia yang memberikan jiwa dan raganya untuk membesarkan dan merawat kamu, sekarang pulang lah nak lalu minta maaf lah kepadanya, karena dia orang yang seharusnya kau bilang sangat baik. Pulang dan berterimakasihlah kepada beliau”
Mendengar nasihat dari pemilik kedai tersebut anak itu hanya terdiam, beberapa saat kemudian dia menangis. “Betapa durhakanya aku terhadap Ibuku, aku tak pernah peduli dengan apa yang pernah dia berikan untuk aku, betapa berdosanya aku” ucap anak tersebut.
“Terimakasih bu sudah memberikan saya semangkuk mie ayam, aku permisi pulang” tambah sang anak.
Anak tersebut langsung berjalan dengan cepat menuju rumahnya, setelah sampai didepan rumah, ternyata sang Ibu sedang berdiri tepat didepan pintu rumah.
Seketika sang ibu langsung memanggil anaknya, “Nak kamu dari mana saja, ibu khawatir sama kamu, maafkan Ibu yah karena tadi sudah memarahi kamu, Ibu juga melihat dompet kamu ada dimeja kamar kamu, pasti kamu belum makan, Ayo nak masuk, Ibu telah menyiapkan makan untuk kamu”, ucap sang Ibu.
Mendengar ucapan Ibunya tersebut, Anak tersebut tak kuasa menahan rasa tangis dan langsung berlari serta bersujud di kaki ibunya. “Maafkan aku bu, aku ini sudah durhaka terhadap ibu, aku tidak pernah menghargai apa yang sudah ibu berikan kepada aku, Aku minta maaf bu. Aku ini memang tidak pernah bersyukur, Aku tidak sadar kalau selama ini aku memiliki Ibu terbaik di dunia. Aku tidak akan mengulanginya lagi bu, aku akan selalu mendengarkan semua nasihat Ibu, Aku cinta Ibu.” Ucap sang anak.
Terkadang kita melupakan dan mengabaikan kebaikan dan kasih sayang yang begitu besar dari orang tua kita, bahkan kita sering marah dan bertengkar dengan mereka pada saat kita dinasehati oleh mereka serta sering kita membandingkan orang tua kita dengan orang lain, dan menganggap orang lain lebih baik dari orang tua kita ketika kita sedang diberi sesuatu dengan orang lain, padahal apa yang diberikan oleh orang lain tidak akan mampu menandingi kebaikan dan kasih sayang orang tua kita.
Percayalah, ketika orang tua kita menasehati kita itu karena mereka ingin yang terbaik untuk kita. Tidak ada kasih sayang yang dapat diberikan orang lain terhadap kita melebihi orang tua kita, jangan pernah melupakan atau melawan terhadap mereka. Karena merekalah orang yang benar benar tulus mencintai dan menyayangi dirimu tanpa pamrih.
Semoga cerita inspirasi tentang Pertengkaran Ibu dan Anak ini dapat menyadarkan kita bahwa orang tua adalah orang yang perlu diutamakan dan jangan sekali kali untuk melawan apalagi sampai bertengkar dengan dia. Sekarang datanglah ke Ibu Mu, minta maaf lah terhadap beliau dan katakan “I Love You, Mom!”.

Wednesday, 18 November 2015

Kata motivasi di pagi hari

Kita tidak punya waktu untuk menunggu kesuksesan datang, maka dari itu mari kita mengejarnya hari ini juga.

Jangan takut gagal, lebih baik takutlah akan kesempatan yg hilang karena kau tak pernah berani untuk mencobanya.

Orang yang selalu bikin orang lain tertawa justru adalah orang yang paling butuh dibikin tertawa.

Sahabat mungkin tak bisa membuat masalahmu pergi, tetapi mereka tak akan pergi saat kau dalam masalah.

Jangan menilai seseorang hanya dari kesuksesan yg dia capai, tapi nilailah dari bagaimana dia mengatasi kesulitan untuk meraih hal tsb.

Kau takkan bisa melihat apa yg telah Tuhan berikan, jika terlalu sibuk memperhatikan apa yg Tuhan berikan pada orang lain.

Akan ada banyak godaan dalam meraih tujuan, tapi jika kau selalu mengikuti apa motivasimu, siapapun tak kan mampu menggoyahkanmu.

Jangan menunggu waktu yg tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.

Jika kau takut gagal tentu kau juga takut kalau tidak sukses. Jadi, lebih baik lawan ketakutan dg berusaha sebaik2nya.

Jangan meremehkan orang lain. Tak seorangpun akan menjadi hebat dg cara meremehkan seseorang.

Tiada yg kekal di dunia ini, tak perlu ngotot2an, selama baik untuk sesama, biarlah itu terjadi.

Jangan takut dg rasa takut, kita harus berani untuk mendapatkan keberanian.

Masalah itu tidak akan terlalu menyakitkan jika kita lawan dg kesabaran dan tawakal.

Jika tidak mengharapkan, kita akan mendapat sesuatu yg tak terbayangkan.

Tetaplah berpikir positif, tetaplah penuh semangat. Kehidupan memang memberi banyak tekanan kepada siapapun dan kapanpun.

Oh Tuhanku, aku tahu aku tak sempurna, tetapi aku tak pernah bosan untuk bersyukur atas kasih sayangMu kepadaku.

Waktu hidup kita terbatas di bumi ini, mari jadikan setiap momen kita sebaik2nya dan penuh arti.

Keberanian itu perlu untuk menghindari rasa takut, bukan untuk tindakan nekad.

Waktu berlalu tanpa terasa ketika hati kita gembira.

Hadapi dg wajar apapun yg datang dan pergi dalam hidup kita. Cepat atau lambat semua itu akan berlalu dari pikiran kita.

Seburuk apapun kejadian yg kau alami, selalulah lihat sisi baiknya.

Pengalaman adalah nama yang kita berikan pada kesalahan2 yg kita perbuat. Kesuksesan adalah keberhasilan belajar dari pengalaman.

Saat gagal, kita tidak seburuk itu. Saat sukses, kita tidak sehebat itu. Semuanya ditentukan oleh satu keputusan yg kita pilih.

Berhentilah menyesali apa yg telah terjadi. Kegagalan hanya sebuah pelajaran yg menghiasi perjalananmu menuju keberhasilan hari ini.

Dalam hidup, kau mungkin mengerjakan sesuatu yg salah, tapi jadikanlah kesalahan itu untuk membantumu menemukan pekerjaan yg tepat.

Jangan butakan hatimu dg memperbesar kebencian dan densam. Sikap itu hanya merugikan diri sendiri, bukan orang yg kau benci.

Kita bersyukur dan beedoa kepada Tuhan. Kita berterima kasih dan mendoakan orang tua kita.

Tuhan menciptakan hujan agar bumi ini layak bagi kehidupan. Sayangnya, ulah bbrp orang menjadikannya banjir dan genangan.

Lihatlah persoalan dari sisi positif. Sebuah kesalahan telah mengajari kita hal yg benar.

Tak perlu memaksakan sesuatu itu untuk indah, jika memang indah, pasti akan indah pada waktunya.

Tuhan tak pernah salah, tetapi kitalah yg kurang sabar.

Dengan bersabar, kita sangat mungkin mendapatkan sesuatu yg lebih baik.

Sambut hari ini dg penuh semangat, seolah2 ini adalah hari terakhir kita. Berkaryalah sebaik2nya, seolah2 kita akan hidup selamanya.

Jangan menghalangi mimpi2mu dg membiarkan ketakutan tumbuh lebih besar daripada keyakinan yg kau miliki.

Kecemasan bagaikan kursi goyang, dia akan membuatmu terus bergerak, tetapi kau tidak akan pernah sampai kemana pun.

Believe in someone if you love them. Not because they speak the truth. Because you want to believe in them.

Inti dari hidup ini sebenarnya adalah untuk saling mengasihi dan berbagi.

KIta harus berpikir bahwa hidup kita lebih baik, dan mengupayakan agar hidup orang2 disekitar kita juga menjadi makin baik.

Semoga bermanfaat..

Sunday, 15 November 2015

Kisah Semut dan Lalat


Kisah Semut dan Lalat
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Penebang Kayu Kehilangan Kapak


Penebang Kayu Kehilangan Kapak
Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.
Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.
Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya.
Semakin dipikir semakin yakin.
Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.
Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?
Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita.
Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan.
Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi.
Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan.